081-2173-3281 redaksi@haidiva.com

Google Doodle Tampilkan Marie Thomas, Dokter Perempuan Pertama di Indonesia

Google Doodle Tampilkan Marie Thomas, Dokter Perempuan Pertama di Indonesia

Haidiva.com-Hari ini, mesin pencarian online Google menampilkan kartun Marie Thomas. Ketika men-klik google doodle tersebut, kita langsung disajikan informasi mengenai Marie Thomas. Dokter perempuan pertama di Indonesia ini memang lahir tepat tanggal 17 Februari 1896 di Likopang, Minahasa, Sulawesi Utara.

Dikutip dari berbgai sumber, inilah fakta mengenai Marie Thomas.

Hidup berpindah-pindah

Marie Thomas

Marie Thomas merupakan puteri pasangan Adrian Thomas dan Nicolina Maramis. Ayahnya adalah seorang militer sehingga ia sering berpindah dari kota satu ke yang lain. Marie, menurut catatan Ensikopedia Umum (1973:1324) yang disusun AG Pringgodigdo dkk, merupakan lulusan Meisjesschool (sekolah gadis) di Yogyakarta pada 1912.

Setelah menjadi dokter pun, Marie Thomas bekerja berpindah-pindah. Selain di Batavia, ia pernah ditugaskan ke Cirebon, Manado, dan Bukittinggi.

Baca juga: Google Doodle di Hari Anak tunjukkan permainan seru

Perempuan satu-satunya sekolah dokter

Marie Thomas bersama organisasi yang memberikan beasiswa pendidikan

STOVIA dan NIAS (de Nederlandsch Indische Artsenschool) yang merupakan sekolah kedokteran, saat itu membuka kesempatan perempuan menjadi dokter. Namun, perempuan tak mendapatkan keringanan seperti laki-laki. Siswa perempuan harus membayar biaya pendaftaran dan menanggung biaya hidup mereka sendiri, berbeda dengan laki – laki yang dibiayai penuh oleh pemerintah.

Para perempuan kemudian mendirikan Studiefonds voor Opleiding van Vrouwelijke Inlandsche Artsen (SOVIA) yang menyediakan beasiswa bagi perempuan yang ingin menjadi dokter atau perawat. Marie Thomas mendapatkan beasiswa ini dan menjadi siswi satu-satunya di antara 180 laki-laki.

Spesialis kandungan

Marie Thomas Saat bertugas

Marie Thomas menyelesaikan pendidikan dokter tahun 1922 dan langsung bertugas di rumah sakit terbesar di Batavia, Centrale Burgerlijke Ziekeninrichting (CBZ), sekarang RS Cipto Mangunkusumo. Ia menekuni keahlian di bidang ginekologi dan kebidanan. Bahkan, Marie merupakan salah satu dokter yang pertama kali terlibat dalam kebijakan mengontrol kelahiran bayi lewat metode IUD.

Baca juga: Hoax, Vaksin Covid-19 sebabkan kemandulan

Mendirikan sekolah kebidanan

Marie Thomas

Marie Thomas menikah dengan Mohammad Yusuf, teman kelasnya selama bersekolah di Stovia. Ia kemudian pindak ke Padang, kampung halaman Yusuf. Di tahun 1950, ia mendirikan sekolah kebidanan di Bukittinggi. Sekolah kebidanan tersebut merupakan yang pertama kali berdiri di Sumatera, dan kedua di Indonesia. Ia mendedikasikan hidupnya untuk keselamatan ibu dan bayi.

Marie Thomas meninggal di usia 70 tahun karena pendarahan otak tiba-tiba. Suaminya meninggal lebih dulu di tahun 1958. Mereka meninggalkan dua anak bernama Eri dan Sonia.

Spread the love