081-2173-3281 redaksi@haidiva.com

Cara Hadapi Anggota Keluarga Toxic

Cara Hadapi Anggota Keluarga Toxic

Haidiva.com-Perlu cara khusus menghadapi anggota keluarga yang toxic. Salah sedikit akan membuat hubungan memburuk dan merusak kesehatan mental. Padahal di saat pandemi seperti sekarang, kesehatan mental perlu agar imunitas tubuh tetap terjaga.

Dikutip dari akun instagram Ikatan Psikolog Klinis, anggota keluarga yang toxic mempunyai salah satu ciri seperti menanggapi dengan kekerasan, sering menyalahkan, memberikan hukuman tanpa alasan yang jelas, mengabaikan perasaanmu, gaslighting, dan berkompetisi dengan cara yang tak sehat.

Laman elitedaily memberikan kiat cara menghadapi keluarga toxic agar kesehatan mental tetap terjaga.

Baca juga: Tanda Toxic Relationship di Hubungan Pasangan

Persiapkan diri

(Istimewa)

Jangan membodohi diri sendiri dengan berpikir bahwa orang ini telah berubah. Kapan pun Kamu akan berinteraksi dengan anggota keluarga ini, ingatkan diri tentang perilaku toxic-nya di masa lalu.

Memang, setelah berhari-hari, berminggu-minggu, atau bahkan bertahun-tahun tanpa berbicara dengan anggota keluarga toxic-mu, mudah untuk melupakan warna aslinya. Bersiaplah dengan memprediksi bagaimana orang ini akan bertindak, sehingga Kamu dapat bereaksi dengan tepat dan tanpa terlalu terkejut.

Jaga komunikasi seminimal mungkin

(Istimewa)

Tidak ada gunanya menghabiskan waktu bersama anggota keluarga yang terus menerus membuat perasaanmu tak karuan. Batasi waktu yang Kamu habiskan dengannya. Jika Kamu akan bertemu saat liburan, jangan habiskan seluruh liburan dengan orang ini. Kamu bisa beralih ke anggota keluarga lainnya.

Baca juga: Bebas toxic friendship tanpa rusak hubungan

Jika Kamu khawatir melihat orang ini saat berkunjung ke anggota keluarga lain, cobalah bertemu di tempat lain. Jangan menjawab panggilan atau SMS orang ini. Akhirnya, dia akan menyadari bahwa Kamu menghindarinya.

Dan jika orang ini memutuskan untuk mengkonfrontasi sikap diamu, inilah saatnya kamu menjernihkan suasana dengan menjelaksan sisi sikapnya yang bikin tak nyaman.

Simpan masalah pribadi untuk diri sendiri

(istimewa)

Sangat mudah untuk menumpahkan masalah hidupmu kepada anggota keluarga yang toxic karena terlalu sering lupa bagaimana orang ini dapat menggunakan informasi itu untuk melawan Kamu. Hanya karena anggota keluarga yang beracun ini mengalami “hari yang baik”, bukan berarti dia berhak membuat Kamu terbuka kepadanya.

Baca juga: Cemas saat pandemi, ini cara ibu mengatasinya

Dan siapa yang tahu? Sikap yang baik ini dapat berubah setiap saat, membuat Kamu rentan dan dia berada di atas angin.

Maafkan tapi jangan lupakan

(istimewa)

Apa yang telah dilakukan anggota keluarga toxic ini terhadapmu? Maafkan dia, tapi jangan melupakan kesalahannya. Melupakan akan membawa Kamu kembali ke masalah nomor satu: tidak siap menghadapi siksaan kehancuran perasaan saat ‘penyakit’nya kambuh lagi.

Memaafkan orang ini atas apa pun yang telah dia lakukan kepada kita akan membebaskan ruang mental. Mengangkat beban besar dari pundak kita, awalnya berat tapi akan lebih ringan. Kamu tidak harus membalas perlakuan buruknya melainkan mencoba sebaik mungkin untuk tidak pernah berurusan dengan orang itu lagi.

Baca juga: Kasus KDRT meningkat di tengah pandemi virus corona

Jangan mencoba untuk mengubahnya

Cara Hadapi Anggota Keluarga Toxic (Shutterstock)

Kita tidak bisa mengubah seseorang. Dia sendiri yang bisa mengubah perilaku buruknya. Berusaha mengubah sifat anggota keluarga bisa menyebabkan kita berubah menjadi orang yang beracun.

Bahkan ketika anggota keluarga ini menyakiti kita dengan tindakan yang sangat bodoh, salah, dan kejam, kita harus belajar menahan lidah dan menjadi orang berhati besar. Anggota keluarga yang beracun tidak ingin mendengar apa yang kita katakan.

Memiliki anggota keluarga yang kurang ideal bukan berarti Kamu tak lagi mencintainya. Namun, jika tindakan orang ini berdampak negatif pada kebahagiaan pribadimu, inilah saatnya Kamu menerapkan beberapa cara baru menghadapi anggota keluarga yang toxic.

Spread the love