081-2173-3281 redaksi@haidiva.com

COVID-19 Sebabkan Krisis Pembalut Wanita di India

COVID-19 Sebabkan Krisis Pembalut Wanita di India

Haidiva.com-Pandemi virus corona atau COVID-19 telah memicu krisis pembalut wanita di India. Priya, seorang siswi berusia 14 tahun, menganggap dirinya beruntung karena orang tuanya masih mampu membelikan pembalut. Tapi beberapa temannya tak bisa mendapatkan pembalut karena kebijakan lockdown.

“Produksi pembalut wanita juga terhenti selama tujuh hari yang menyebabkan kehabisan stok di beberapa lokasi,” kata kolumnis asal India sekaligus pengajar ekonomi pembangunan di Universitas Liverpool Supriya Garikipati saat menulis di The Print.

Baca juga: Mitos vs Fakta Menstruasi

Di India, setiap anak perempuan mendapatkan pembalut satu paket gratis setiap bulan dari sekolah. Ketika lock down,  hanya 15 persen siswa yang bisa mengakses pembalut perempuan. Hingga pertengahan Juni 2020, pasokan pembalut belum kembali normal.

Safa India, sebuah LSM yang fokus pada isu perempuan, berinsiatif mengajarkan para perempuan untuk membuat pembalut dari kain. Sejumlah badan amal besar seperti KGNMT telah memulai  mendistribusikan pembalut untuk perempuan rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan lainnya.

Sebelumnya, perempuan di India menggunakan kain tradisional saat periode menstruasi tiba. Selama satu dekade terakhir, Pemerintah India melakukan kampanye penggunaan pembalut sekali pakai karena lebih higeinis.

“Tak ada alternatif lain seperti menstrual cup atau pembalut yang dapat digunakan kembali alias reusable pad,” kata  Supriya. Alhasil, pengetahuan perempuan India seputar alternatif pembalut sangatlah kurang.

Baca juga: Ketahui Menstrual Cup dan Kelebihannya Dibanding Pembalut Biasa

Kondisi ini tak hanya terjadi di India. Perempuan di Fiji, Amerika Serikat, Inggris dan pelosok dunia dilaporkan juga mengalami krisis pembalut menstruasi. Kekurangan pasokan menyebabkan menaikan harga produk pembalut wanita sekali pakai. Tujuan kampanye tersebut agar para perempuan India beralih dari kain tradisional. Kekuarangan kampanye tersebut adalah ketiadaan solusi alternative lain yang lebih murah dan berkelanjutan.

Supriya mendorong LSM dan pemerintah berbagai negara untuk melakukan edukasi seputar penggunakan pembalut alternatif yang lebih ramah lingkungan dan murah.**

Spread the love

One thought on “COVID-19 Sebabkan Krisis Pembalut Wanita di India

  1. Ayo Atasi Sampah Masker Sekali Pakai
    October 20, 2020 at 1:26 pm

    […] Baca juga: COVID-19 sebabkan krisis pembalut wanita di India […]

Comments are closed.