Cara Muslim Inggris Jalankan Puasa saat Lockdown Corona

Cara Muslim Inggris Jalankan Puasa saat Lockdown Corona

Haidiva.com-Muslim di Inggris menjalankan puasa sebelum penuh dengan berbeda dibanding bulan-bulan sebelumnya akibat dampak penetapan lockdown wabah corona. Sekretaris Jenderal Dewan Muslim Inggris Harun Khan mengatakan pihaknya sampai membuat pedoman beribadah di bulan Ramadhan secara digital selama wabah virus corona atau covid-19 masih melanda dunia.

“Belum pernah melakukan sebelumnya, saya salat sendirian saat Ramadan,” kata Imam dari Craven Armas Islamic Centre di Shropshire Sohayb Peerbhai setelah lembaga yang dikelolanya mengikuti anjuran untuk menutup masjid dari Dewan Muslim Inggris, dikutip dari BBC UK.

Peerbhai bersama istri dan dua puterinya memang tinggal di atas Islamic Centre. Biasanya, ada sekitar 100 orang yang bertemu di masjidnya untuk salat jamaah dan berbuka puasa bersama selama Ramadhan. Kali ini, Peerbhai hanya berbuka puasa bersama dengan keluarganya saja dan saling besilahturahmi lewat facetime atau zoom.

Sohayb Peerbhai bersama anak dan istrinya

“Dengan ini, kami masih bisa bersosialisasi tetap tetap menjaga jarak dan kesehatan sesuai anjuran pemerintah,” kata Peerbhai.

Berbeda dengan Peerbhai, kesepian melanda Talawat Rahman karena ia tak bisa pulang kampung saat Ramadhan. Sebagai mahasiswa, ia tinggal di Birmingham sementara keluarganya di New Castle. Akhirnya, ia hanya mengandalkan jaringan online untuk bersua dengan keluarga.

“Aku tak bisa pergi ke rumah orang tuaku. Memang, aku bukan satu-satunya yang mengalami ini. Tapi jujur saja, ini menjadi cobaan yang menguras emosi,” kata Talawat.

Majid Waris, aktivis Humanity Unites yang mengelola bank makanan di Kota Burton, tetap membagikan dan mengumpukan makanan dengan cara memenuhi pedoman jarak sosial. Virus corona di bulan Ramadhan membuat dia intropeksi diri agar lebih menghargai hidup dan orang lain.

Seorang imam dari Leicester, Ather Hussain, mengatakan terjadi perubahan pola kerja masjid di Ramadhan kali ini dibanding tahun-tahun sebelumnya. Para pengurus masjid mempunyai aktivitas baru yakni menelepon jamaahnya untuk memastikan mereka tetap di rumah. Mereka juga siap mengantarkan makanan berbuka puasa dari jamaah satu ke jamaah yang lain.

“Mereka masih melayani, namun pola ibadah menjadi berubah. Alih-alih berbuka puasa dengan pergi ke masjid, khotbah akan disiarkan langsung melalui Facebook,” ujar Ather Hussain.

Lain lagi dari aktris dan penulis drama dari London, Amina Koroma. Ia mendirikan fasilitas online untuk para perempuan yang ingin beribadah selama Ramadhan. Bentuknya beragam, mulai dari pengingat waktu salat, telepon membangunkan sahur, buka puasa bersama online, mengatur goal ibadah, belajar bahasa Arab, hingg halaqa online.  

“Saya pikir semua muslim pasti mengalami guncangan saat ini, tapi saya ingin membantu melewati agar mereka tetap bisa beribadah seperti sebelumnya,” pungkas Amina.**

Spread the love