081-2173-3281 redaksi@haidiva.com

Alasan Skincare Lokal Bikin Glowing Dibanding Produk Luar

Alasan Skincare Lokal Bikin Glowing Dibanding Produk Luar

Haidiva.com-Produk perawatan kecantikan kulit lokal sering dipandang sebelah mata daripada produk impor. Padahal, bisa jadi skincare dalam negeri lebih bisa bikin glowing dibanding produk luar. Karena itu, skincare lokal bisa menjadi pilihan perawatan di rumah saja.

“Paling tidak, jangan skip perawatan yang basic, yaitu membersihkan, melembabkan, dan melindungi. Sekalipun berada di rumah, kulit kita tetap bisa terpapar debu dan sinar matahari, dan bisa menjadi kering, apalagi terus-menerus berada di ruangan berpendingin udara,” kata Skincare Enthusiast, Danang Wisnu, seperti yang disampaikan melalui release Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) yang diterima oleh Haidiva.com.

Bicara soal produk ramah lingkungan, produk lokal sudah pasti lebih ramah lingkungan daripada produk impor, karena jalur distribusinya pendek, tidak menghasilkan terlalu banyak emisi karbon yang berpotensi menyebabkan krisis iklim. Mendukung program pemerintah untuk bangga produk Indonesia, alasan skincare lokal bikin happy dan pasti glowing.

Cocok untuk kulit orang Indonesia

Resep Skincare Ala Putri Keraton, Patut Dicoba (ilustrasi)

Dari pengamatan dan pengalaman Danang, produk skincare didesain sesuai karakter negara produsennya. Misalnya, produk skincare dari Eropa akan fokus pada perawatan di iklim 4 musim.

Baca juga: Rahasia skincare putri Keraton Jawa

“Untuk produk skincare buatan Indonesia, riset dan proses produksinya pasti dilakukan di sini, produknya dites pada orang Indonesia, dan sebagian besar bahan merupakan bahan lokal. Jadi, produknya akan lebih aman, lebih cocok untuk kulit orang Indonesia, dan lebih minim efek samping,” kata Danang.

Lebih ramah lingkungan

Skincare alami (ilustrasi)

Selain tak banyak menghasilkan karbon, produk lokal lebih ramah lingkungan karena memakai produk alam Indonesia. Misalnya pelaku usaha kecilnya dari Aceh Tamiang, Yefni, salah satu kabupaten anggota Lingkar Temu Kabupaten Lestari, menetapkan konsep produk yang ramah lingkungan. Ia memakai bahan-bahan di sekitarnya untuk membuat berbagai produk perawatan tubuh dan rambut, seperti daun jambu, mahkota dewa, daun kelor, kopi, dan cengkeh.

“Negeri ini memiliki keanekaragaman hayati yang sangat kaya. Masing-masing punya khasiat tersendiri. Misalnya, cengkeh bisa menghilangkan jerawat, sementara pala bersifat anti-aging. Bahan-bahan lokal ini cocok untuk merawat kulit kita,” kata Yefni, yang terbiasa meracik masker sendiri sejak masih remaja.

Aroma dan teksturnya pas

(Ilustrasi)

Produk skincare buatan Indonesia cenderung disukai pasar domestik, karena dirancang sesuai iklim tropis. Danang membandingkan antara produk lokal dan produk Eropa. Menurutnya, tekstur produk lokal cenderung ringan, cocok untuk orang yang tinggal di negara tropis, sementara produk Eropa terasa terlalu berat dan membuat kulit jadi tidak nyaman.

Baca juga: Rekomendasi skincare lokal terbaik yang bisa kamu coba

“Selain itu, aroma produk Eropa sering kali terlalu tajam, sedangkan aroma produk lokal lebih pas dengan selera kita. Sudah banyak produk lokal yang menggunakan bahan lokal sebagai penambah aroma. Misalnya, kopi yang sekarang dipakai sebagai bahan scrub. Selain kulit mendapat tambahan antioksidan, aroma kopi juga enak banget ketika dihirup,” kata Danang.

Harga terjangkau

Skincare lokal (pinterest)

Dibandingkan produk impor, harga produk lokal jauh lebih terjangkau, karena menggunakan bahan lokal dan diproduksi secara lokal juga. Meskipun demikian, Danang menjelaskan, harga terjangkau bukan berarti murahan.

“Harga produk lokal beragam. Tidak bisa disangkal, harga tidak bohong. Artinya, produk lokal dengan harga lebih mahal punya kualitas yang lebih baik daripada produk lokal berharga murah. Katakanlah untuk produk vitamin C. Teksturnya, mixing-nya, dan layering-nya pasti terasa berbeda,” kata Danang, menegaskan bahwa yang penting produk itu aman, ditandai dengan adanya izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Berdayakan banyak orang

Pabrik jamu (Sidomuncul)

Proses produksi untuk produknya masih dikerjakan sendiri oleh Yefni. Namun, ia menggandeng beberapa pihak lain untuk membantu. Misalnya, ia membeli bahan dari penduduk setempat, meminta bantuan orang lain untuk kirim produk, dan mendapatkan kemasan produk berupa besek tanaman bili dari teman sesama pengusaha.

“Kolaborasi itu perlu, karena sekaligus bisa memberdayakan masyarakat sekitar. Seandainya usaha saya lancar, volume produksi juga akan meningkat. Artinya, saya akan membeli lebih banyak bahan dari penjual. Perekonomian penduduk terbantu, petani pun ikut sejahtera. Semua pihak senang,” kata Yefni, yang sedang mengurus perizinan usahanya di BPOM.

Spread the love