081-2173-3281 redaksi@haidiva.com

Aegoseksual, Ketertarikan Seksual Hanya di Bayangan

Aegoseksual, Ketertarikan Seksual Hanya di Bayangan

Haidiva.com-Ada orang yang tidak tertarik berhubungan seksual secara fisik tetapi terangsang lewat bayangan. Ketertarikan ini disebut dengan aegoseksual.

Aegoseksualitas secara umum didefinisikan sebagai keterputusan antara diri dan objek. Seksolog klinis dan terapis seks Elyssa Helfer mengartikan sebagai pengalaman gairah seksual seseorang tanpa langsung berhubungan fisik. Meskipun orang aegoseksual memiliki kemampuan untuk mengalami ketertarikan, gairah, dan hasrat seksual sebagai respons terhadap rangsangan seksual, mereka cenderung tidak tertarik melakukan hubungan badan.

Aegoseksual bisa muncul ketika kita memikirkan fantasi, hasrat, dan gairah, saat melihat karakter di media massa. Misalnya, saat kita menonton drama korea dengan karakter tokoh utama yang menarik di mata kita. Dikutip dari Cosmopolitan, inilah detail dari aegoseksual.

Arti harfiah

Untuk lebih memahami aegoseksualitas, kita bisa mempelajari secara istilah. Kata “aegoseksual” menampilkan kombinasi kata Latin: “a” yang berarti tanpa dan “ego” yang berarti diri. Oleh karena itu, aegoseksual secara harafiah berarti seks tanpa diri.

Baca juga: Bahaya hubungan seksual saat menstruasi

Ini adalah istilah baru untuk identitas yang awalnya dikenal sebagai “autochorisseksualisme,” yang disebut psikolog Anthony Bogaert, yang menggambarkannya sebagai seksualitas “tanpa identitas”. Namun, definisi Bogaert memandang autochorisseksualisme sebagai bentuk “paraphilia” alias gangguan mental yang mealibatkan “kepentingan seksual atipikal,”.

Bentuk Aegoseksualitas

Dan Copulsky, Anggota Dewan dan Afiliasi Penelitian di Center for Positive Sexuality mengatakan orang aegoseksual biasanya mengalami gairah seksual lewat fantasi. Mereka menyalurkannya lewat masturbasi tapi menolak melakukan hubungan seksual dengan pasangannya.

“Dalam fantasi, orang aegoseksual sering membayangkan orang atau karakter lain dan tidak membayangkan dirinya sebagai bagian dari aktivitas,” kata Dan.

Orang-orang aegoseksual juga bisa membuat skenario di bayangannya mengenai hubungan seksual yang menggairahkan. Namun anehnya, mereka sering kali tidak memiliki keinginan untuk berpartisipasi dalam skenario seksual yang mungkin membuat mereka bergairah. Misalnya ketika Kamu membayangkan dua karakter utama drama Korea melakukan hubungan seksual. Kunci dari aegoseksualitas adalah keterputusan yang dialami oleh orang aegoseksual antara dirinya dan objek ketertarikan atau gairah seksual apa pun yang mereka alami.

Baca juga: Fakta kecanduan seksual

Beda Aegoseksualitas dan Voyeurisme

Aegoseksualitas memang dapat membuat seseorang bergairah dengan menonton aktivitas seksual tanpa biasanya ingin terlibat dalam tindakan tersebut. Namun hal ini berbeda dengan voyeurisme atau hobi menonton hubungan seksual orang lain. Voyeurisme merupakan fetish berupa menonton orang lain berhubungan seks yang membuat seseorang bergairah.

Bedanya, voyeurisme sebenarnya melibatkan partisipasi orang lain yang benar-benar melakukan hubungan seksual. Sedangkan aegoseksualitas lebih sering berupa fantasi saja, karakter yang di bayangan tidak benar-benar melakukan hubungan seksual.

Perbedaan lain, voyeurisme adalah sebuah kelainan seksual sedangkan aegoseksualitas adalah sebuah identitas. Karena itu, orang aegoseksual tidak dapat mengidentifikasi dirinya sebagai voyeur atau memiliki kecenderungan voyeuristik.

Spread the love