5 Perempuan Disabilitas yang Menginspirasi

5 Perempuan Disabilitas yang Menginspirasi

Haidiva.com-Tanggal 3 Desember diperingati sebagai hari disabilitas internasional. Cerita para disabilitas banyak mengundang insipirasi agar tak lekas menyerah dan perbaikan pelayanan publik bagi mereka.

Berikut ini kami akan memilihkan lima profil para perempuan penyandang disabilitas yang menginpirasi. Orang tanpa disabilitas pun belum tentu bisa menyamai pencapaian mereka.

1.Sinta Nuriyah

antara

Perempuan pertama adalah Sinta Nuriyah, istri Presiden ke IV Indonesia Abdurrahman Wahid. Sosoknya bukan hanya sekadar ibu dari anak-anaknya bagi Gus Dur tetapi juga teman diskusi. Sejak 1992, ibu negara ini mengalami kelumpuhan sehingga mengalami disabilitas daksa. Dia sering mengadvokasi kelompok minoritas dan selalu mendengungkan toleransi dalam beragama.

2.Shinta Utami

sg.news.yahoo.com

Ada Shinta Utami yang melakukan Journey of Dreams berupa mengelilingi nusantara dengan sepeda motor. Perempuan ini mengelilingi Nusantara dengan menggunakan sepeda motor yang telah dimodifikasi, dengan menggunakan 3 roda. Perjalanan ini membawa misi untuk menginspirasi perempuan Indonesia secara umum, dan membuka mata penyandang disabilitas secara khusus.

3.Ratna Indraswari Ibrahim

medium.com

Ratna Indraswari Ibrahim yang merupakan sastrawan berkursi roda alias penyandang disabilitas daksa. Sudah ada sekitar 400 cerpen dan novel yang dilahirkannya. Kecintaannya akan buku juga membuatnya mendirikan toko buku ‘Tobuki, Toko Buku Kita’ di sebelah rumahnya.

4.Stephanie Handojo

kumparan.com

Stephanie Handojo dengan down syndrom-nya. Stephanie mempunyai bakat di musik dan olah raga. Ia tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) karena mampu bermain piano dengan 22 lagu selama 2 jam. Terpilih mewakili Indonesia di ajang Special Olympics World 2011, turnamen untuk penyandang disabilitas di Athena, Yunani, Stephanie meraih medali emas dari cabang renang nomor 50 meter gaya dada.

5.Angkie Yudistia

instagram @angkie.yudistia

Terakhir, Angkie Yudistia yang namanya semakin moncer setelah Presiden Jokowi menetapkannya sebagai staf khusus kepresidenan.Perempuan ini sudah menjadi founder dan CEO (chief executive officer) Thisable Enterprise sejak berusia 25 tahun. Perusahaan yang didirikan bersama rekannya itu fokus pada misi sosial, khususnya membantu orang yang memiliki keterbatasan fisik alias difabel (Different Ability People).

Meski telah banyak tokoh yang menginspirasi dari penyandang disabilitas, penting bagi semua pihak untuk mendorong akses pelayanan publik yang ramah disabilitas dan melawan stigma terhadap mereka.

“Disabilitas butuh pemenuhan hak bukan belas kasih,” kata Sinta Nuriyah seperti yang dikutip dari laman resmi organisasi Nahdlatul Ulama. (ndr)

Spread the love