5 Cara Surabaya Atasi Sampah

5 Cara Surabaya Atasi Sampah

Haidiva.com-Surabaya menjadi salah satu kota di Indonesia yang dinilai mampu mengatasi sampah dengan baik, melalui program 3R (reduce, reuse, recycle). Di tahun 2019, beragam penghargaan diterima kota Surabaya terkait pengelolaan sampah. Surabaya meraih Adipura Kencana dari Kementrian Lingkuhan Hidup, sebagai kota yang menunjukkan kinerja pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Tak hanya itu kota yang dipimpin Tri Rismaharini ini juga menerima dua penghargaan lain yakni Kinerja Pengurangan Sampah, dan Nirwasita Tantra (Green Leadership Award).

Memang sejak kepemimpinan Risma, kota Surabaya berubah menjadi lebih bersih dan hijau. Sebenarnya apa saja yang sudah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk mengelola sampah? Berikut Haidiva rangkum dari berbagai sumber.

1.Rumah Kompos

egindo.co

Saat ini, sebanyak 28 rumah kompos dibangun tersebar di Surabaya. Sampah yang dikelola di rumah kompos terdiri atas sampah tanaman, sampah pasar, dan sampah rumah tangga. Pemkot Surabaya berhasil menurunkan jumlah sampah yang masuk ke TPA sebesar 10-20% per tahun. Selain itu pembangunan rumah kompos ini juga untuk memperbaiki struktur tanah supaya dapat menyerap air dengan baik.

2.Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa)

kabarsurabaya.org

Surabaya juga memanfaatkan sampah menjadi listrik dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Benowo. PLTSa ini bekerja sama dengan PT Sumber Organik dan PLN. Ditargetkan 1000 ton sampah per hari bisa menghasilkan listrik 11 megawatt.

3.Bank Sampah

jatimnet.com

Bank sampah adalah salah satu instrumen Pemkot Surabaya dalam menajemen pengelolaan sampah rumah tangga. Saat ini Surabaya memiliki 296 unit Bank Sampah yang tersebar di berbagai wilayah. Warga didorong memperlakukan sampah dari rumah tangga masing-masing selayaknya aset produktif yang bisa memberi tambahan penghasilan.

4.Pusat Daur Ulang Jambangan

baliekbis.com

Pusat Daur Ulang (PDU) Jambangan merupakan salah satu upaya untuk mengurangi volume sampah yang dikirimkan ke tempat pengolahan sampah akhir (TPA) Benowo. Sampah anorganik bisa disulap menjadi uang atau diolah menjadi kerajinan. Sementara sampah organik diolah menjadi pupuk untuk taman-taman di Surabaya dan warga yang membutuhkan. PDU dapat mengelola lima hingga enam ton sampah per hari, dengan kapasitas maksimum 20 ton per hari. Pendapatan harian dari sampah yang terolah bisa mencapai Rp6 juta

5.Bus Suroboyo

infosurabaya.id

Inovasi baru dilakukan Pemkot Surabaya untuk mengajak masyarakat mengelola sampah. Sejak awal 2018, hadir Bus Suroboyo, sebuah bus yang pembayarannya dengan sampah plastik. Untuk sekali jalan, setiap penumpang harus menukarkan 10 gelas air kemasan plastik, atau 5 botol air kemasan plastik ukuran sedang, atau 3 botol air kemasan plastik ukuran besar. Hasil pengumpulan sampah botol plastik Bus Suroboyo, sejak awal 2018 hingga Januari 2019 mencapai 39 ton. Bus Suroboyo mendapat rekognisi dari United Nations Environment Programme (UNEP), termasuk inovasi tiket bus dengan menggunakan botol plastik. Karena bus sejenis di negara lain baru ada di Beijing dan Turki.

Spread the love