081-2173-3281 redaksi@haidiva.com

Timbang Sebelum Memutuskan Menikah Muda

Timbang Sebelum Memutuskan Menikah Muda

Haidiva.com-Unggahan pasangan muda Adhiguna Sosiawan dan istrinya, Sabrina, menuai pro-kontra karena dianggap mengampanyekan pernikahan muda. Pasalnya, mereka menikah di usia yang sangat belia, bahkan Sabrina masih di bawah umur atau sekitar 16 tahun saat menikah akhir Agustus 2019 lalu. Sementara Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa usia pernikahan untuk pengantin perempuan adalah 19 tahun. Keputusan ini diketuk  pada awal Oktober 2019.

Sebelum pasangan ini mengunggah, publik sempat dihebohkan juga perihal Syekh Puji yang kembali menikah dengan anak berusia 7 tahun pada April 2020 lalu.Namun kabar ini sempat dibantah oleh Syekh Puji. Sebelumnya, pengusaha kuningan ini pernah menikah dengan bocah usia 12 tahun pada 2008 lalu.

Nyatanya, nikah muda, atau bahkan pernikahan anak tak seindah  cerita di Wattpad atau drama korea.

Baca: 15 Hal yang Perlu Dibicarakan Sebelum Menikah

Menurut National Survey of Family Growth, pernikahan pada usia 20 tahun berisiko 32 persen bercerai. Angka terbanyak kedua ialah di usia 20-24 tahun sekitar 20 persen. Semakin matang usia saat menikah, semakin rendah risiko perceraian. Nampaknya, ini berkaitan dengan pola pikir dewasa saat menikah. Meski kedewasaan belum tentu ditentukan oleh usia, tapi biasanya hal ini bisa berbanding lurus.

Nah sebelum memutuskan menikah muda atau di bawah umur, ada beberapa hal yang perlu dicermati. Pertama ialah, nafkah lahir dan batin karena rumah tangga itu tak cukup makan cinta atau seks. Ada biaya hidup yang harus ditunaikan kecuali kamu mendapatkan harta warisan yang tak habis tujuh turunan.

Aspek berikutnya, kamu harus menghadapi komitmen dalam pernikahan yang biasanya tak sebebas sebelum menikah dan membutuhkan kesepakatan suami istri. Kamu akan menghadapi beban rumah tangga baik publik maupun domestik sementara teman-temanmu sibuk mengejar cita-citanya meraih beasiswa S2 ke luar negeri, mendirikan usaha sendiri, atau traveling ke pelosok Indonesia.

Kehilangan me-time alias waktu bersenang-senang dengan diri sendiri. Bisa jadi  kamu langsung hamil dan punya anak setelah menikah. Waktu untuk bersenang-senang sendirian seperti perawatan tubuh, nonton drama korea suka-suka, akan banyak berkurang. Memang, anak merupakan anugerah yang tak ternilai tapi ibu yang tak bahagia akan berdampak buruk pada buah hati.

Faktor lain yang menjadi pertimbangan adalah kesehatan reproduksi. Dilansir dari laman BKKBN, organ reproduksi perempuan usia dibawah 20 tahun masih belum matang, yang sangat rentan terkena kanker mulut rahim 10-20 tahun yang akan datang apabila tersentuh oleh alat kelamin laki-laki. 

Baca: Nikah Muda Lebih Rentan Kena Kanker Serviks

Nikah muda atau di bawah umur bukanlah solusi dari zina, melainkan awal baru tantangan kedewasaan fisik dan psikis. Mencegah zina ialah dengan tak berzina, bentuknya bisa berupa upaya mengejar cita-cita atau kegiatan positif lain. Tapi jika pernikahan menjadi solusi hidupmu. Ingatlah, tak ada jalan kembali setelah membakar jembatan, kamu tak bisa kembali mengulang masa muda.**

Spread the love