Sepertiga Produk Pengiklan Besar Boikot Facebook

Sepertiga Produk Pengiklan Besar Boikot Facebook

Haidiva.com-Hampir sepertiga produk pengiklan menghilang  dari Facebook sejak kemarin, Rabu, 1 Juli 2020. Penyebabnya Facebook gagal menurunkan konten yang berisi ujaran kebencian dan dukungan terhadap rasisme. Aktivis HAM telah meminta para perusahaan besar menekan Facebook untuk memblokir pidato kebencian dan rasisme setelah kematian George Floyd.

Negosiasi antara perwakilan pengiklan dan Facebook sudah dimulai sejak sebulan lalu membahas konten ujaran kebencian. “Tapi permintaan menurunkan konten kebencian sama sekali tidak dilakukan,” kata salah seorang ekskutif pengiklan utama Facebook seperti yang dikutip dari Reuters.

Baca juga: Cara Kourtney Kardashian Jelaskan soal Rasisme dan Kasus George Floyd pada Anak

Dikutip dari Guardian, data World of Association of Advertisers menunjukan sepertiga dari 58 pengiklan teratas akan memboikot Facebook. Sepertiga pengiklan besar yang memboikot tersebut adalah Adidas, BMW,  Coca-Cola, Harsheys, Puma, Ford, Honda, North Face, Ben and Jerrys, Levi’s, Magnolia Picture, Microsoft, Starbuck, Unilever, Vans, Volks Wagen, Patognia, dan Rei.

Sementara 40 persen akan mempertimbangkan boikot tersebut. Sedangkan dari keseluruhan pengiklan, ada sekitar 400 produk yang memboikot facebok. Gerakan ini disebut sebagai ‘Stop Hate for Profit”.

Sejatinya, boikot merupakan ujian bagi para pengiklan untuk menjangkau miliaran konsumen tanpa tergantung Facebook sebagai media sosial terbesar di dunia. Tapi bagi Facebook sendiri, boikot tak banyak mengurangi pendapatan mereka. Seratus merek teratas di Facebook pada tahun 2019 hanya menghasilkan 6 persen dari total tahunan Facebook yang sebesar USD 70 miliar.

Baca juga: Cara Cerdas Minta Maaf

Berita boikot sendiri menyebabkan saham Facebook anjlok 8 persen atau menghilangkan USD 56 miliar transaksi pada Jumat pekan lalu. Namun Selasa kemarin, saham Facebook pulih 3 persen.**

Spread the love