081-2173-3281 redaksi@haidiva.com

Ketahui Filicide Altruistik, Membunuh Anak Karena Cinta

Ketahui Filicide Altruistik, Membunuh Anak Karena Cinta

Haidiva.com-Beberapa saat yang lalu ramai di lini massa tentang ibu KI asal Brebes yang tega menggorok tiga anaknya sendiri. KI beralasan menggorok anak-anaknya untuk ingin menyelamatkan dari orang yang jahat pada mereka. Inilah yang disebut filicide altruistik.

“Saya mau menyelamatkan anak saya (dari) Amin, bapaknya, suami saya. Saya cuma mau taubat sebelum saya mati. Saya cuma mau menyelamatkan anak-anak biar enggak dibentak-bentak,” kata KI.

Anak tengahnya meninggal, sementara dua lainnya berhasil dilarikan ke rumah sakit. Ia mengatakan suaminya menganggur. KI yang bekerja sebagai make up artist ini merasa tak sanggup lagi membiayai kebutuhan hidup keluarga setelah kontrak kerja suaminya habis.

Meski KI mengaku tidak gila, sejatinya filicide altruistik berkaitan dengan kesehatan jiwa. Inilah ulasannya dari beberapa sumber.

Baca juga: Ketahui Post-Menstrual Syndrome, Gejala Setelah Menstruasi

Arti filicide altruistik

Cemas Selama Pandemi, Ini Cara Ibu Atasinya

Menurut Conversation, filicide altruistik adalah perilaku orang tua membunuh anaknya dengan alasan menyelamatkan mereka. Penelitian menyebutkan lebih dari separuh peristiwa ini dilakukan oleh ibu, bukan ayah. Penyebabnya karena ibu merasa bertanggung jawab atas kebahagiaan anak-anaknya.

Sedangkan berdasarkan metode yang dilakukan, ayah lebih menggunakan metode yang kejam dibandigkan ibu. Metode ibu berusaha agar anaknya lebih cepat meninggal, sementara ayah lebih sadis.

Motivasi melakukannya

Filicide altruistik dilakukan karena atas dasar cinta. Biasanya untuk menghindari perasaan sedih atau sakit yang dikira oleh pelaku akan membebani anak. Pelaku biasanya mengalami hal yang tidak menyenangkan sehingga takut berdampak menyakitkan bagi anak-anak mereka.

Baca juga: Ketahui Social Exhaustion, Lelah Sosial dan Pencegahannya

Seperti Andrea Yates, yang menenggelamkan anak-anaknya di tahun 2001. Yates mengatakan ia adalah ibu yang buruk dan khawatir kelima anaknya yang berusia 6 bulan hingga tahun tak bisa tumbuh dengan bahagia.

Jenis lain upaya membunuh anak sendiri

Selain filicide altruistik, ada jenis lin pembunuhan yang dilakukan orang tua terhadap anak-anaknya. Filicide psikotik akut yang dilakukan oleh orang tua dengan gangguan jiwa akut-biasanya dengan skizofrenia– tanpa alasan.

Child maltreatment filicide, atau penganiyaan anak. Anak dihajar babak belur dan sering kali berujung pada kematian tak sengaja. Unwanted filicide, atau membunuh anak yang kehadirannya tak diinginkan. Biasanya karena kehamilan yang tak diharapkan.

Baca juga: Cara Hadapi Anggota Keluarga Toxic

Spousal revenge filicide atau membunuh anak untuk menyakiti pasangan mereka. Mereka ingin suami atau istri tersakiti dengan cara membunuh anaknya sendiri.

Cara mencegah filicide altruistik

Pencegahan filicide altruistik dilakukan dengan mewaspadai psikologis para orang tua. Para pelaku biasanya menunjukkan gejala depresi atau karakter yang berbeda dari biasanya. Biasanya, orang tua merasa sendirian dan tak ada teman bercerita. Ia merasa banyak tuntutan menjadi orang tua ideal dari orang sekitar.

Berbagi peran seimbang antara ayah dan ibu, tidak membebani pada salah satu pihak, juga bisa menjadi solusi. Dukungan dari keluarga penting untuk meguatkan para orng tua tanpa menghakimi.

Spread the love