081-2173-3281 redaksi@haidiva.com

Awas Suicide Contagion , Tindakan Bunuh Diri Bisa Menular!

Awas Suicide Contagion , Tindakan Bunuh Diri Bisa Menular!

Haidiva.com-Banyak orang yang menyepelekan perasaan depresi pihak lain dan menganggap mereka lebai alias terlalu drama. Keinginan bunuh diri tak dianggap serius hingga tindakan itu terjadi. Nyatanya, tindakan bunuh diri bisa menular.

Peneliti Kesehatan Mental dalam Pencegahan Bunuh Diri dan pendiri Emotional Health for All, Dr. Sandersan Onie mengatakan bahwa tindakan bunuh diri dapat menular kepada orang lain. Pakar dari dari University of New South Wales Australia itu mengatakan tindakan bunuh diri menular ini biasa disebut dengan suicide contagion.

“Orang-orang yang berisiko tertular adalah mereka yang terpapar dengan berita bunuh diri atau dari orang terdekat yang telah melakukan tindakan tersebut,” ujar Dr. Sandersan dalam webinar “Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia”, seperti yang dikutip dari Antaranews.com.

Menurut Dr. Sandersan, suicide contagion merupakan salah satu masalah yang cukup besar untuk dihadapi. Sebagai penanganannya, Dr. Sanderson menyarankan untuk membuat rencana keamanan jika seseorang sedang berada dalam masa krisis atau ketika rasa depresi dan keinginan bunuh diri datang.

Baca juga: Daftar artis India yang bunuh diri karena depresi

“Bunuh diri itu bisa lewat berita, bisa orang yang kita kenal yang melakukan bunuh diri, tentu itu akan berdampak lebih dalam lagi bahkan kita mendengar ada selebritis yang bunuh diri pun itu meningkatkan risiko bunuh diri juga,” ujar Dr. Sandersan.

Berikut cara mencegah suicide contagion

Kenali tanda bahaya saat merasa depresi

Insomnia bisa jadi salah satu gejala depresi

Kalau seseorang sudah terekspos oleh berita bunuh diri orang yang mempengaruhi hidupnya, segera intervensi cepat. Salah satu caranya adalah lewat rencana keamanan.

“Untuk membuat rencana keamanan tidak usah menunggu psikolog klinis, itu bisa dilakukan oleh siapa aja,” kata Dr. Sandersan.

Saat membuat rencana keamanaan, ada beberapa hal yang harus dipahami oleh sesorang yang mengalami depresi. Pertama adalah mengenal tanda bahaya atau pemicu dari rasa depresi. Misalnya, perasaan tidak berguna dan tidak berharga, merasa tidak ada harapan, insomnia, tidak ingin berbicara dengan orang lain dan merasa kesepian.

Baca juga: Cara bangkitkan hormon bahagia saat pandemi dan depresi

Buat daftar alasan bertahan hidup

Makan mie instan favorit jadi cara sederhna bertahan hidup(depositphotos)

Langkah berikutnya adalah membuat daftar alasan untuk tetap bertahan hidup. Perasaan ingin bunuh diri biasanya membuat seseorang lupa pada kebahagiaan sederhana.

Cobalah untuk mengingat hal-hal yang membuat bahagia, seperti momen ketika minum kopi bersama keluarga atau teman, acara nonton favorit hingga makanan kesukaan. Bahkan rasa mie instan goreng yang aroma dan rasanya sangat lezat.

Simpan barang berbahaya yang bisa digunakan untuk menyakiti diri sendiri

Simpan barang berbahaya agar kesulitan melakukan bunuh diri

Kemudian, jaga tempat tinggal dan lingkungan sekitar aman saat seseorang sedang mengalami krisis. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan menyimpan barang-barang yang dapat digunakan untuk menyakiti diri sendiri di tempat yang tidak mudah terlihat.

Lakukan kegiatan menyenangkan

Berkebun bisa mencegah bunuh diri

Lakukanlah hal-hal yang membuat merasa produktif, senang dan damai seperti membaca buku, mendengarkan musik, membersihkan rumah, merawat diri, olah raga, ataupun memasak. Meskipun terlihat sederhana, hal-hal kecil ini bisa membantumu menyingkirkan pikiran buruk.

Baca juga: Ciri jasa cuddle profesional, tenang lewat pelukan

Buat daftar orang yang bisa dihubung

Bercerita dengan orang terdekan bisa mencegah bunuh diri

Saat seseorang sedang dalam masa krisis, biasanya tidak ingin bertemu dengan orang lain. Namun, berada di antara orang-orang terkasih akan sangat membantu.

Tuliskan nama orang-orang yang bisa hubungi dan bisa menemani di masa krisis, atau tuliskan tempat umum yang bisa dikunjungi. Terakhir adalah meminta bantuan dari seorang profesional saat mengalami masalah krisis.

Dr. Sandersan mengatakan membuat rencana keamanan ini dapat dilakukan saat seseorang dalam kondisi yang sedikit lebih tenang.

“Rencana keamanan adalah kegiatan yang dapat dilakukan setelah orang tersebut berada dalam kondisi yang lebih tenang, sehingga mereka tahu apa yang harus dilakukan untuk menjaga diri mereka tetap aman,” ujar Dr. Sandersan.

Spread the love