5 Kesalahan Atur Keuangan Pengusaha Menurut Prita Ghozie

5 Kesalahan Atur Keuangan Pengusaha Menurut Prita Ghozie

Haidiva.com-Menjadi pengusaha ialah salah satu impian banyak orang. Agar usaha terus berkembang, keahlian mengelola keuangan menjadi penting dan jangan sampai salah. Pakar keuangan dari Zap Finance Prita Ghozie, lewat akun instagramnya, memaparkan lima kesalahan mengatur keuangan yang sering dilakukan oleh pengusaha.

Mencampurkan keuangan rumah tangga dengan bisnis

Keuangan antara rumah tangga dan bisnis yang tercampur akan membuat kita sulit melihat perkembangan bisnis yang sebenarnya. Kebutuhan juga menjadi tumpang tindih. Solusinya, Prita menyarankan agar pengusaha membuat catatan keuangan bisnis dan menggunakan rekening yang berbeda antara operasional rumah dan bisnis.

Baca juga: Akun Instagram Perempuan Tempat Belajar Keuangan 

Tidak mempersiapkan dana cadangan operasional bisnis

Ketiadaan dana cadangan menyebabkan operasional bisnis akan terganggu bila ada kebutuhan mendadak atau kejadian luar biasa. Prita berpesan agar ada dana cadangan bisnis yang dialokasikan dari laba usaha. Besarannya bisa minimal biaya operasional selama 6 bulan ke depan atau setidaknya 20 persen dari modal bisnis.

Bingung antara penghasilan sebagai owner dan pengurus bisnis

Saat bisnis masih kecil, biasanya owner atau pemilik turun langsung sebagai CEO alias Chief Everything Officer. Owner yang ikut mengurus bisnis harus dapat gaji bulanan. Pesan lain dari Prita, hasil usaha di akhir periode baru dibagikan sebagai dividen kepada owner.

Baca juga: Tips Pebisnis Kreatif Bertahan di Era Pandemi

Mengejar pertumbuhan revenue tanpa mempertimbangkan cashflow

Prita membuat analogi, “Cash is King, but Cashflow is Queen.” Kas memang sangat penting, kata Prita, namun yang menentukan arah bisnis akan tetap jalan atau tidak adalah arus kas alias cashflow. Saat cashflow semakin besar, penjualan pun biasanya meningkat.

Tidak memiliki perencanaan mitigasi risiko bisnis

Saat bisnis kian besar, ada baiknya kita mempertimbangkan upaya mitigasi dalam bentuk proteksi kerugian umum. Manajemen risiko operasional bisa juga ditata lewat SOP yang baik. Tentu saja, SOP ini perlu disepakati bersama.**

Spread the love