081-2173-3281 redaksi@haidiva.com

Penjelasan Ending Film Barbie, Awas Spoiler!

Penjelasan Ending Film Barbie, Awas Spoiler!

Haidiva.com-Film Barbie tayang pertengahan Juli ini dan menarik banyak penonton. Namun tak sedikit yang masih bingung dengan akhir atau ending dari Barbie. Haidiva akan membahasnya, tapi lewatkan kalau kamu belum menonton karena penjelasan ini mengandung spoiler.

Film ini, disutradarai oleh Greta Gerwig dan dibintangi oleh Margot Robbie dan Ryan Gosling. Barbie memiliki begitu banyak ide, dan menangkap ketakutan eksistensial yang dialami oleh banyak perempuan. Jadi, film ini bakal sulit dicerna oleh anak-anak karena bukan sekadar cerita boneka.

Ending dari film Barbie memang tergantung interpretasi penonton, tapi gambarannya jelas. Baiklah, mari kita bahas. Oke, jadi para Barbie menggunakan ego maskulin di antara para Ken untuk mengalahkan mereka. Akhirnya, Ken berkelahi satu sama lain. Ketika Ken memuaskan ego masing-masing, para Barbie merebut Barbieland dan memulihkan konstitusi mereka sendiri.

Ini adalah momen kemenangan dan benar-benar situasi “perempuan memerintah, laki-laki ngiler”. Namun di tengah-tengah ini, sepertinya Barbie Stereotip–bukan bentuk khusus– yang diperankan oleh Margot Robbie tetap tidak bahagia. Sementara, Ken Stereotip yang diperankan oleh Ryan Gosling juga bingung.

Baca juga: Aneka barbie di luar stereotip, dari down syndrome hingga vitiligo

Barbie dan Ken memiliki momen di mana mereka bergulat dengan identitasnya sendiri. Barbie meyakinkan Ken bahwa sudah waktunya baginya untuk mencari tahu siapa dirinya tanpa diasosiasikan sebagai pasangan Barbie. Mereka tidak harus Barbie dan Ken. Mereka bisa menjadi Barbie dan Ken secara terpisah. Ken tampak senang tentang ini.

Barbie mengalami krisis identitas

Ken sudah bisa mengatasi masalah eksistensi hidupnya tapi Barbie masih mengalami krisis identitas. Barbie masih bertanya-tanya apa perannya di Barbieland baru ini. Barbie Stereotipe melihat para barbie yang lain mempunyai kelebihan masing-masing tak hanya sekadar fisik seperti dirinya. Mereka mempunyai profesi yang membanggakan atau karakteristik unik.

Sedangkan Barbie yang telah melihat dunia nyata merasa tidak cocok di sini. Gagasan tentang “Barbie Stereotip” yang sempurna secara fisik dengan rambut pirang, mata biru, dada besar, badan ramping, terasa aneh dilontarkan. Tiba-tiba, pencipta Barbie, Ruth Handler, muncul untuk memberinya pilihan lain. Dia dan Barbie berjalan-jalan dan dia memberi tahu Barbie bahwa dia memiliki pilihan untuk merasakan dan menjadi seseorang jika dia mau.

Setelah berbincang-bincang dengan Ruth Handler. Barbie ingin menjadi orang sungguhan dengan perasaan nyata, dan alih-alih memilih untuk kembali ke Barbieland. Film berakhir dengan dia, lucunya, pergi ke dokter spesialis kandungan.

Baca juga: Strong woman bukan wonder woman

Arti Barbie ke dokter kandungan

Bingung, apakah Barbie menjadi manusia sebenarnya? Barbie boneka tidak punya vagina, rahim, dan indung telur. Ketika pergi ke ginekelog, di sinilah menjadi sedikit rumit karena, sekali lagi, terserah tafsirmu! Haidiva sendiri menafsirkan bahwa Barbie stereotip ingin menjadi manusia dengan melakukan operasi genital.

Tapi apapun tafsirnya. Film ini menuai banyak pujian penonton. Film ini menentang gagasan bahwa perempuan dalam masyarakat selalu disalahkan tetapi di sisi lain dituntut untuk menjadi sempurna. Barbie secara harfiah adalah definisi perempuan yang selalu tampak sempurna. Ketika kenyataan merayap masuk ke pikirannya, Barbie panik, dan menghadapi semua kontradiksi ini.

Di akhir film, ketika alam semestanya di Barbieland telah diatur tepat pada porosnya, dia menghadapi pilihan untuk kembali menjadi Barbie yang sempurna atau menjadi manusia, dengan segala kekurangan dan ketidaksempurnaan yang menyertainya. Dia memilih kemanusiaan dan emosi manusia yang luas. Keberadaan Barbie yang sempurna akhirnya membuat perasaannya hampa.

Jadi pada dasarnya, Kamu sebaiknya menjadi siapa pun Kamu yang sebenarnya. Tidak perlu mengikuti standar benar atau salah menurut pendapat seseorang asal tak merusak hidup orang lain.

Spread the love